Kamis, 14 April 2011

Tuhan Yang Menderita Bagi Kita

Do you want to share?

Do you like this story?

www.jawaban.com: Ketika kita berpikir tentang Tuhan, kita biasanya mempertimbangkan bahwa faktanya Dia penuh kasih, kudus, berbelas kasihan, dan baik. Tapi ada hal lain yang perlu kita ketahui tentang Tuhan kita bahwa Dia adalah Tuhan yang telah menderita. Mungkin jarang kita berpikir bahwa Sang Pencipta yang sempurna ini pernah mengalami pengalaman manusia didalam dunia tempat dimana kita menderita dan merasakan kepedihan. 

Masalahnya, mengapa kita mau menderita jika seharusnya kita tidak perlu mengalaminya?  Tetapi Tuhan telah mengalami penderitaan itu, dengan penderitaan yang tidak pernah bisa bayangkan. Dalam bukunya "The Cross of Christ", John Scott berkata, "Tuhan kita adalah Tuhan yang menderita." Dan saya pikir, dia benar.

Dengarkan bagaimana Yesaya dalam Yesaya 53:3-5 menggambarkan penderitaan Yesus Tuhan kita ketika harus menjalani jalan salib itu:
Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

'Pria yang menderita' itulah Yesus. Tapi mengapa Tuhan mau menderita? Karena Dia mengasihi kita, yang artinya Dia juga masuk dalam penderitaan kita.

Ibrani 2:17-18 mengatakan kepada kita: Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Selengkapnya: Tuhan Yang Menderita Bagi Kita

YOU MIGHT ALSO LIKE

0 comments:

Posting Komentar